Bupati Belitung Tegaskan Keselamatan Warga Jadi Prioritas dalam Penanganan Angkutan Batu Bara ke PLTU Suge

Redaksi | News
oleh

BATU KLIKSURABAYA CO ID-Pemerintah Desa Pegantungan menggelar Rapat Koordinasi dan Penanganan Permasalahan Pengangkutan Batu Bara dari Pelabuhan Tanjung Ru menuju PLTU Suge di Aula Kantor Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Rabu (2/9/2026).

Rapat dipimpin langsung Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah Hidayat dan dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung, perwakilan PT PLN, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), unsur Forkopimcam Badau, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta perwakilan masyarakat Desa Pegantungan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung, Firdaus Zamri, mengatakan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya yang membahas aspirasi masyarakat terkait aktivitas pengangkutan batu bara yang melintasi kawasan permukiman.

Ia menjelaskan, hasil pertemuan sebelumnya telah dilaporkan kepada Bupati Belitung sebagai dasar untuk mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan operasional pengangkutan batu bara.

“Kami berharap pertemuan ini dapat menghasilkan berbagai opsi penyelesaian yang menguntungkan semua pihak tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pegantungan, Ahid, mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif selama proses penyelesaian permasalahan berlangsung.

Menurutnya, seluruh aspirasi masyarakat akan disampaikan kepada pemerintah daerah melalui forum musyawarah sehingga solusi yang dihasilkan dapat menjadi kesepakatan bersama.

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama Pemerintah Kabupaten Belitung.

Ia mengatakan, insiden kecelakaan yang terjadi harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengangkutan batu bara agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Pemerintah Kabupaten Belitung tidak akan mengabaikan aspirasi masyarakat. Keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak dan pengguna jalan, harus menjadi prioritas utama,” tegas Bupati.

Sebagai langkah jangka pendek, Bupati meminta seluruh pihak segera melakukan perbaikan sistem operasional pengangkutan batu bara melalui pembatasan kecepatan kendaraan, kewajiban penggunaan penutup muatan, pengaturan waktu dan jalur operasional, serta pengawasan yang melibatkan pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa, aparat keamanan, PLN, dan perusahaan terkait.

Selain itu, Bupati menegaskan setiap pelanggaran terhadap ketentuan yang telah disepakati harus ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Untuk solusi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Belitung akan mengkaji berbagai alternatif, termasuk pemindahan aktivitas bongkar muat maupun jalur distribusi batu bara. Kajian tersebut akan dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan dengan mempertimbangkan aspek teknis, tata ruang, regulasi, lingkungan, serta keberlangsungan pasokan listrik di Pulau Belitung.

Bupati juga menjelaskan bahwa operasional pengangkutan batu bara belum dapat dihentikan sepenuhnya mengingat PLTU masih menjadi salah satu penopang utama sistem kelistrikan di Pulau Belitung. Oleh karena itu, penyelesaian persoalan harus dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan keselamatan masyarakat.

Dalam sesi dialog, masyarakat Desa Pegantungan menyampaikan berbagai aspirasi, di antaranya mengenai pelaksanaan standar operasional pengangkutan batu bara, dampak debu dan kebisingan, keselamatan pengguna jalan, tindak lanjut kesepakatan yang pernah dibahas pada tahun 2019, hingga harapan agar tersedia jalur khusus pengangkutan yang tidak melewati kawasan permukiman.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati menyampaikan Pemerintah Kabupaten Belitung akan menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan masyarakat melalui pembahasan lanjutan bersama instansi terkait. Salah satu alternatif yang akan dikaji adalah koordinasi dengan pihak Pelindo dan pemangku kepentingan lainnya terkait kemungkinan pemanfaatan lokasi lain sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

Meski belum menghasilkan keputusan akhir, Pemerintah Kabupaten Belitung bersama seluruh pihak terkait akan melanjutkan pembahasan guna merumuskan solusi yang mengedepankan keselamatan masyarakat, keberlangsungan pelayanan kelistrikan, serta kepastian pelaksanaan pengangkutan batu bara yang lebih aman dan tertib.***